Kominfo Akan Membuat Aturan Baru Soal Perkembangan AI

Artificial Intelligence

Teknologi – Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki rencana untuk pembuatan aturan terbaru terkait dengan Artificial Intelligence (AI) setelah sebelumnya melakukan penerbitan Surat Edaran tentang Etika Kecerdasan Artifisial pada bulan Desember tahun lalu.

“Soft regulation dalam bentuk circular letter atau surat edaran ini nantinya akan kita tingkatkan lagi dalam bentuk yang lebih komprehensif,” kata Wakil Menteri Kominfo.

Menurut dirinya, pemerintah melakukan antisipasi penggunaan dan juga perkembangan AI dengan regulasi bertingkat dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres). Kominfo, lanjutnya memiliki target aturan ini akan di luncurkan setidaknya pada akhir tahun 2024. Kata Nezar, sekarang ini prosesnya masih dalam tahap kajian melalui pendekatan multidisiplin.

“Tentunya sebelum sampai ke sana kita akan berdialog dengan para stakeholder yang ada, kita akan libatkan publik, akademisi, pelaku industri sehingga kita bisa mendapatkan perspektif yang luas untuk AI ini,” jelas dia.

Menurut Nezar, regulasi yang akan mengatur perkembangan AI nantinya tetap belum mencantumkan sanksi khusus mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan AI. Sementara itu, SE Menkominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial yang terbit Desember kemarin dianggap telah menjadi sebuah pedoman aspek etis bagi pengembang dan pelaku industri di bidang AI, tanpa membatasi inovasi.

“Pokoknya (aturan baru) yang berkaitan dengan (penggunaan AI) publik, sejauh mana produk itu bisa comply terutama dengan prinsip-prinsip ethics (etika penggunaan AI),” ujarnya.

Kemenkominfo sendiri bersama UGM telah meluncurkan FOR4D Center of Ethics on Artificial Intelligence (AI), Jumat ini. Pusat kajian ini, kata Nezar, akan menjadi bagian penting dalam perkembangan AI untuk mengutamakan nilai-nilai dasar kemanusiaan.

“Dari perspektif etchics, ini penting sekali kaitannya meminimalkan risiko-risiko. Kemudian, bagaimana dia (AI) digunakan dengan menghormati nilai-nilai dasar kemanusiaan,” kata Nezar.

Nezar menuturkan, keberadaan Center of Ethics on AI ini vital kontribusinya demi mencegah seperti munculnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau produknya memicu diskriminasi. Selain itu, mengantisipasi AI memproduksi misinformasi, disinformasi, yang bisa memicu kekacauan informasi hingga berdampak pada harmonisasi sosial dan lain sebagainya.

“Jadi Center of Ethics on Artificial Intelligence ini akan mencoba memadukan perspektif ilmu untuk mendekati AI dari perspektif ethics-nya. Ini penting sekali, sejalan dengan UNESCO juga untuk membuat satu panduan etiknya dalam penggunaan AI,” pungkas Nezar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rokokslot

Slot Mahjong

Scatter Biru

Slot Mahjong

Rokokslot

RTP Slot Gacor

Scatter Pink

Rokokslot

Live Casino

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Berita Random

Berita Terkini

Pusat Kesehatan

Wisata Masa Kini

Pusat Kuliner

Kamu Harus Tau

Gudang Resep

Berita Seputar Olahraga

Fakta Menarik